Underconstruction Blog

ACEH UNITED Mewujudkan Mimpi Membangun Industri Sepakbola di ACEH

Sabtu, 22 Januari 2011

Transkrip Wawancara GOAL.com Dengan Presiden FC Barcelona Joan Laporta (Bagian Pertama)

Inilah naskah lengkap bagian pertama dari wawancara GOAL.com dengan presiden Barcelona... 

Gianluigi Longinotti-Buitoni, Pendiri & Presiden GOAL.com: Kami berada di Camp Nou, markas salah satu klub terbesar dalam sejarah sepakbola: FC Barcelona. Karakter Barcelona paling mengesankan adalah bukan hanya klub ini meraih sukses terbesar dalam sejarah, setelah menjuarai enam gelar dalam musim yang sama dengan penampilan individual serta kolektif mereka. Tetapi apa yang paling menandai Barcelona adalah cara mereka meraihnya. Pertama-tama, sukses olahraga Barcelona berangkat dari pengembangan mental juara dari program akar rumput sendiri, seperti Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta…  

Kedua, ketika kebanyakan klub sedang mengalami kesulitan finansial, Barcelona menjadi klub terbesar kedua dalam pendapatan tahunan – yakni sebesar €365,9 juta berdasarkan penjualan dalam lima tahun terakhir, sukses yang sejalan dengan klub-klub top lain di dunia.

Gianluigi Longinotti-Buitoni [GLB]: Tuan Presiden, di bawah kepemimpinan Anda Barcelona meraih sukses terus menerus. Menurut Anda, apakah keputusan terbaik yang Anda buat?  

Joan Laporta [JL]: Keputusan terbaik kami, karena kami berada dalam dewan administrasi yang berada di bawah kewenangan saya, dan kami mengambil keputusan secara kolektif kapanpun sebuah kebijakan sepakbola harus ditempuh, adalah disokong oleh sekretaris teknik dan orang-orang yang memberikan nasihat positif. Tapi keputusan terbaik yang kami buat sepanjang tahun ini menurut saya adalah menunjuk Txiki Begiristain sebagai sekretaris teknik. Dia orang yang secara konsisten menyajikan proposal yang sangat kompetitif. Keputusan hebat juga adalah menunjuk Frank Rijkaard sebagai pelatih, begitu juga dengan penunjukan Josep Guardiola, Keputusan ini adalah keputusan luar biasa, juga pelik karena tidak didukung orang banyak atau juga memiliki kerumitan prosedur sebuah penunjukan. Namun, kami berhasil membuktikan keberanian serta gagasan jernih untuk hal yang kami inginkan. Selain itu, keputusan terbaik olahraga kami adalah mengembangkan filosofi sepakbola "Cruyffian", yang mengubah Barcelona menjadi klub dengan keistimewaan, klub yang memilih menjadi yang terbaik ketimbang yang pertama. Biasanya, jika Anda yang terbaik, Anda sekaligus menjadi yang pertama. Tapi, inilah cara kami mencintai sepakbola dan filosofi ini menjadi keputusan terbesar. Saat membahas penerapan filosofi ini, sebagai konsekuensinya, datanglah Txiki, datanglah Rijkaard, datanglah Guardiola... Kuncinya adalah filosofi sepakbola yang kami pilih untuk diterapkan, filosofi "Cruyffian". 

Dari sudut pandang non-sepakbola, keputusan terbaik adalah membangun Yayasan Barca dan membentuk persekutuan dengan UNICEF. Ini adalah keputusan non-olahraga yang paling penting dalam tujuh tahun kepemimpinan saya, yang akan berakhir 30 Juni nanti. Buat saya, keputusan terbaik adalah dua hal: setia kepada gagasan pemahaman kami tentang sepakbola, yaitu filosofi "Cruyffian"; serta keputusan menjalin hubungan dengan UNICEF, yang membuat kami memiliki kesempatan untuk membantu banyak anak yang membutuhkan. Keputusan ini dijalankan sesuai dengan citra serta nilai-nilai Barca dan ini menurut saya sangat penting. 

GLB: Lalu, apakah keputusan terburuk?

JL: Secara umum, saya lebih senang membahas hal-bal baik. Saya akui saja, kami melakukan keputusan buruk. Apa yang saya nilai adalah keinginan kami membenahi kesalahan dan menatap ke depan. Saat ini, saya mencoba memikirkan keputusan terburuk dan saya tak bisa mengingatnya! Tahu apa yang terjadi? Tentu saja kita membuat kesalahan dan saya yang pertama melakukannya, tapi saya mencoba melupakannya. Saya rasa kami harus belajar dari kesalahan itu, tapi jangan mengingatnya. Anda harus belajar dari kesalahan itu, mengoreksinya, dan menatap ke depan. Keputusan yang salah? Saya rasa secara umum setiap langkah yang kami lakukan memiliki arti dan dengan pikiran yang tenang, saya tahu segala keputusan kami jalankan dengan niat positif. Keputusan yang tidak berjalan lancar bisa digunakan sebagai bahan pelajaran, jadi saya rasa itu tidak bisa dinilai dengan buruk.

GLB: Saya ingin membagi pertanyaan jadi tiga bagian: olahraga, bisnis, dan sosial. Untuk bidang olahraga, apa tiga hal menurut Anda yang membantu klub meraih sukses sebesar ini?

JL: Saya sudah menjawabnya. Pertama, setia kepada gagasan kami tentang sepakbola, yakni filosofi "Cruyffian", merupakan cara mendominasi pertandingan sejak awal, mengendalikan bola, memainkan umpan-umpan pendek, menyerang, mencoba mencetak lebih banyak gol daripada lawan, serta penuh rendah hati. Cara ini menuntut pemain tampil baik dan menjadi yang terbaik. Saya rasa inilah yang paling penting, ini kuncinya. Contohnya, beberapa keputusan sudah ditempuh, seperti membentuk La Masia. La Masia adalah istilah yang kami gunakan dalam menjalankan program akar rumput Barca. Kami juga banyak berinvestasi di sana, kami bekerja keras, kami mengerahkan tenaga, dan juga kecerdasan, kemampuan, dan teknik… Konsekuensinya sekarang, di tim inti, kami memiliki 50 persen pemain dari didikan sendiri, yang tumbuh dan dikembangkan sebagai pemain dan dibentuk sebagai seorang pria yang paham perannya dalam klub, simbol yang diwakilinya, dan kebanggaan menjadi bagian dari Barca.  

Hal ini diterjemahkan ke dalam tim inti dan sekarang membuat kami memiliki identitas sepakbola sendiri, hanya yang berdasarkan "Cruyffisme", yang juga dikembangkan Frank Rijkaard saat masih melatih, dan juga saat ini masih dikembangkan oleh Pep Guardiola. Keduanya sudah paham filosofi tersebut. Terutama Pep, karena dia tahu seluk beluk klub ini, pengetahuan soal La Masia, dan bagaimana rasanya menjadi bagian dari Barca. Kemudian pemain seperti Messi, Iniesta, Xavi, Puyol, Pique, Busquets, begitu juga dengan Bojan, Pedro, Victor Valdes… Mereka semua memiliki darah Barca yang mengalir di dalam pembuluh nadi masing-masing, mereka mencintai klub sepenuh hati, mereka banyak menderita, mereka banyak berlatih di Barca untuk bisa menjadi seperti sekarang ini. Ini sungguh indah dan inilah kuncinya.

Menjadi lebih dari sekadar klub juga penting, "mes que un club" atau lebih dari sekadar klub bukan sekadar slogan, melainkan ekspresi identitas kami, ekspresi identitas budaya kami, budaya Katalan kami, ekspresi fokus internasional kami bahwa Barca adalah klub global. Ekspresi ini merupakan bentuk solidaritas yang dikembangkan melalui Yayasan. Jadi menjadi lebih dari sekadar klub, filosofi "Cruyffian", dan La Masia adalah kunci sukses kami.

Jumat, 21 Januari 2011

Transkrip Wawancara GOAL.com Dengan Presiden FC Barcelona Joan Laporta (Bagian Kedua)

Inilah naskah lengkap bagian kedua dari wawancara GOAL.com dengan presiden Barcelona...

Gianluigi Longinotti-Buitoni, Pendiri & Presiden GOAL.com (GLB): Seringkali presiden klub sepakbola menjadi orang yang memegang peran penting sukses sebuah tim. Mereka adalah orang yang memilih pelatih, yang menyetujui pembelian pemain, yang melihat bentuk model bisnis dan berperan terhadap tanggung jawab sosial sebuah klub. Presiden yang pantas menjadi contoh sukses yang memegang peran ini adalah Joan Laporta, presiden Barcelona.

Biasanya kekuatan personal bisa melemahkan kekuatan klub. Di Barcelona setidaknya ada tiga orang yang memegang peranan penting, Anda, Guardiola dan Messi. Bagaimana ketiganya ini bisa terus eksis?

Joan Laporta (JL): Saya tidak menilai diri saya memiliki level yang sama dengan dua orang lainnya, seperti Messi dan Guardiola. Alasan utama dari sukses Barca adalah pemain dan Messi yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan, perwakilan klub dan di atas itu semua adalah kepemimpinan. Dia sudah menjadi pemain terbaik di dunia. Pep bagi saya adalah pelatih terbaik di dunia untuk Barca. Dia adalah karakter dengan kapabilitas yang penting, dan memimpin tim dengan cara yang luar biasa. Dia memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sepakbola. Dia tahu klub dan juga cerita indah yang dibangun di sekelilingnya.

Kolega saya dan saya sendiri juga memiliki andil dalam memberi kontribusi untuk membangun cerita ini, karena kami sebelumnya membuat cerita indah bersama, seperti halnya ketika Frank Rijkaard di Barcelona, yang memenangi dua gelar Liga dan satu Liga Champions. Dengan pemain, saya rasa kami sudah menggunakan pendekatan yang sangat humanis, yang saya rasa sangat penting memperlakukan pemain sebagai sosok manusia. Sejumlah pemain memiliki ketenaran, uang... apa pun yang mereka inginkan. Tapi di atas itu seua mereka adalah manusia dan saya pikir penting sekali memperlakukan mereka sebagai seorang individual, manusia. Dan kami sudah membantu untuk membangun sejarah dari Pep, cerita yang indah: dia lahir di sebuah desa di Catalonia, bermain di program dasar FC Barcelona, menjadi pengumpul bola, dan kemudian dia bermain sebagai pemain tim utama dengan Cruyff, setelahnya dia memenangi liga, Liga Champions dan bermain empat musim penuh dengan Cruyff dan menjadi satu dari juara pertama untuk Barca, dan kemudian dia memenangi sejumlah kompetisi di sepanjang karirnya di klub ini, kemudian dia masuk ke dunia pelatihan dan kami menariknya sebagai pelatih Barca B - yang kini disebut Barca Athletic, dia kembali ke tim utama sebagai pelatih kepala dan meraih hasil terbaik di sejarah Barcelona, jadi kami sangat membantunya membangun sejarah yang indah.

Karakter seperti ini yang diperlukan, Messi, Guardiola, Saya sendiri, sebagai presiden memperlakukan secara manusiawi sangatlah penting dan Messi, yang memang dari sananya sudah menjadi pemain terbaik dunia dan orang paling rendah hati, dan selalu demikian sejak dia bermain di La Masia, di tim junior dan juga rendah hati dalam debutnya bersama klub dan tetap demikian setelah dinobatkan sebagai pemenang Ballon d'Or dan Pemain Terbaik FIFA. Hal seperti ini hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki karakter hebat. Dan dalam kasus Pep, dia adalah orang yang memiliki selera humor tinggi dan kami sangat bersahabat, alami dan memiliki hubungan yang baik dengannya. Kami membaur satu sama lain dengan sangat baik pada tiga sosok personal ini. Juga ada orang lain yang lebih penting dari saya, Txiki Begiristain, CEO, direktur sepakbola, Joan Olivie, Raul Sanllehi, Manuel Estiarte, Marta Segu di yayasan, dan kolega-kolega saya di anggota dewan.

Kami semua telah menciptakan sebuah lingkungan organisasi yang serius dan profesional, yang selalu melihat adanya inovasi. Kami tak berhenti membuat kejutan dan memberi penyegaran. Mungkin karena kedekatan generasi kami: Frank Rijkaard memiliki usia yang sama dengan saya, Messi seperti adik saya, ada hubungan yang luas dengan Pep di berbagai hal dalam melihat kehidupan, sepakbola... Kami sudah belajar untuk hidup berdampingan. Berjalan bersama sangatlah penting dan selalu menjadi kunci.

GLB: Salah satu tantangan terberat dalam industri sepakbola adalah menetapkan model bisnis yang stabil.

JL: Saya sangat setuju.

GLB: Bagaimana Barcelona bisa melakukannya?

 
JL: Dengan usaha keras, memberikan segenap kemampuan, pengetahuan, dalam beberapa cara, menempatkan orang yang tepat di posisinya sesuai dan di atas itu semua, mengetahui model itu. Seperti yang Anda bilang, tak ada sekolah bisnis yang mengajarkan Anda untuk mengendalikan sebuah klub sepakbola. Ketika kami datang ke sini, kami sadar kami harus membangun sebuah model. Klub berada di situasi yang sulit, memiliki 123 juta dalam hal pendapatan, tapi kehilangan 164 dan di tahun 2003 kami mendepositokan ini dan sekarang di tahun 2010 kami telah mendepositokan lebih dari 410 juta euro, kami sudah mengakumulasikan pendapatan tiap tahunnya dan menurunkan keuntungan. Mengapa? Karena model yang kami bangun merupakan model profesional, inovatif, bertanggung jawab dan akuntabel....Kami adalah Katalan, kami tak pernah lebih dari yang kami kami miliki, hal itu sangatlah penting. Di sisi lain, begitulah rasio dari sebuah operasi. Kami selalu memikirkan beban gaji, baik gaji pemain, tak boleh lebih besar dari 55 persen pendapatan kami. Rasio seperti ini membuat kami memiliki waktu ekstra yang penting. Kami bisa mengurangi utang bank dari klub, dan di bulan Oktober 2008, kami bisa menguranginya menjadi nol, hal ini sangat penting.

Kami memegang pentuh kendali utang untuk pendapatan yang kami terima. Kami telah meletakkan nilai dalam warisan klub. Sekarang Barca sanggup membayar utangnya dan jauh lebih kuat dibanding sebelumnya. Kami sudah memegang penuh operasional Sports City, yang merupakan jantung La Masia, yang menjadi tempat tim pertama berlatih, tapi juga menjadi program latihan dasar. Kami memiliki proyek di Miniestadi yang rencananya akan kami kembangkan dan kami sudah mencapai kesepakatan dengan dewan kota untuk pengembangan dari proyek yang membolehkan kami memiliki Palau yang baru, dan bisa mendesain ulang stadion, Nou Camp. Kami juga sudah memberikan nilai di sejumlah tanah yang kami punya di Can Rigalt, lewat aksi yang dilakukan Dewan Administrasi dan otoritas dan perusahaan listrik yang terlibat di area ini, kami telah memberikan nilai di semua ini, dan dari sebelumnya hanya berharga dua juta ketika kami tiba, sekarang berubah menjadi 110 juta euro.

Juga, tanah tua yang kami miliki saat masih di Montall, yang sebelumnya daerah basah yang tidak ada harganya, terima kasih sebelumnya atas Viladecans, sebuah desa yang dekat dengan bandara Barcelona yang menghadap ke laut, mulai mempertimbangkan Barca, ketika kami datang untuk bernegosiasi dengan dewan kota sehingga Barca bisa menjadi operator di daerah itu. Kami menjadikan tanah itu menjadi bernilai dan sekarang Barca Park akan dibangun di daerah itu, taman yang akan ditiru di seluruh penjuru dunia, jadi kami punya proposal untuk membangun Barca Park di Dubai, Miami, Maroko.... Maksud saya, model ini sudah bekerja dan dibangun dari tanggung jawab, dari pengetahuan, dari ilusi, dari keinginan untuk beinovasi dan di atas itu semua, saya pikir sangat banyak kepintaran diletakkan di semua ini. Tidaklah mudah menjalankan klub sepakbola dan hari ini Barcelona adalah klub yang sehat, baik secara finansial mau pun ekonomi, yang berpenghasilan melebihi 410 juta euro, yang memiliki utang yang besarnya hanya 25 persen dari pendapatan klub, sesuatu yang sangat bisa ditangani karena kami memiliki kepercayaan diri pada institusi keuangan yang membolehkan kami memegang kendali.

Terlebih lagi, klub ini punya warisan yang solid. Saya pikir bisa sangat mudah dipahami dan model ini sudah bekerja karena orang-orang yang tepat. Organisasi menjadi lebih efisien dan produktifitas tiap karyawan lebih tinggi dan terus lebih tinggi, jadi saya juga meyakini klub telah mengetahui karyawan sudah terikat dengan institusi, yang mana menurut saya juga menjadi hal yang penting, terutama terkait masalah humanisasi. Saya pikir hal ini sangat penting semuanya terkait dengan entitas, termasuk partner. Kami datang dengan 105,000 anggota dan hari ini kami memiliki 165,000 anggota dan kami adalah klub dengan kelompok fans terbanyak di dunia, kami punya jutaan penggemar di dunia. Bagaimana semua ini bekerja? Karena kami sudah membangun model yang sudah dikembangkan dengan kejujuran dan kehormatan lewat ide, "Lebih dari sebuah klub" di dunia, dan karena hal itu sangatlah penting klub dalam kondisi sehat, tapi juga karena lebih banyak Catalanist dari sebelumnya, juga menjadi klub yang lebih dari internasional, dan juga menjadi Barca yang lebih baik lagi dan ini semua berawal dari sebuah kehormatan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger